Apa Itu Diet, Sejarah Diet dan Perkembangannya

Apa Itu Diet, Sejarah Diet dan Perkembangannya

Diet adalah sebuah proses untuk mengatur massa badan dengan cara menjaga atau mengurangi makanan. Diet dilakukan berdasarkan keyakinan atau kepercayaan masing - masing. Diet dilakukan bukan hanya untuk menurunkan berat badan saja. Sebagian orang melakukan diet untuk menjaga kesehatan dan proses pemulihan kesehatan. Dengan menggunakan metode tertentu, diet juga dapat menaikan berat badan seseorang.

Di Indonesia, kata " Diet " cenderung memiliki arti sebagai cara mengurangi berat badan. Padahal diet tidak hanya digunakan untuk menurunkan berat badan semata. Tetapi, diet juga dapat dilakukan untuk menambah berat atau massa badan seperti pada olahragawan dan binaragawan yang melakukan diet untuk menambah massa otot. Diet juga berguna untuk mencegah penyakit seperti mengurangi karbohidrat untuk mencegah penyakit diabetes.
Apa Itu Diet, Sejarah Diet dan Perkembangannya
Diet


Sejarah Diet

Diet sebenarnya sudah ditemukan sejak peradaban mesir kuno. Saat itu, orang - orang mengkonsumsi air cuka dan perasan apel sebagai salah satu cara untuk membakar kalori. Orang - orang mesir kuno juga banyak melakukan aktivitas fisik sebagai cara untuk menyempurnakan metode dietnya.

Metode diet tersebut lalu dipopulerkan oleh Lord Byron pada tahun 1820. Lord Byron selalu mengkonsumsi air perasan apel setiap hari agar dia dapat menjaga berat badannya. Manfaat dari diet tersebut pun dapat dirasakan oleh Lord Byron. Metabolismenya menjadi lebih baik dan metode diet yang di lakukan Lord Byron menjadi tersebar ke lingkungan sekitarnya.

Program diet pun mulai menyebar ke seluruh dunia. Salah satu pencetus program diet yang lain adalah seorang dokter dari Ingrris, George Cheyne. George sadar bahwa pada saat itu dirinya mengalami " Overweight " atau kegemukan karena terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang mewah. Kemudian, George Cheyne memulai program dietnya yang pertama yaitu " Meatless " atau mengurangi konsumsi daging. Sebagai gantinya, George memperbanyak konsumsi susu dan sayuran sebagai sumber protein. Beekat keberhasilannya menjalani program diet tersebut, George Cheyne menjadi salah satu orang yang pertama kali mempopulerkan program diet. Dia juga menulis tentang pengalamannya yang berhasil terbebas dari Obesitas dalam buku " An Essay of Health and Long Life " yang berisi tentang tata caya gaya hidup sehat dan menghindari makanan - makanan mewah.

Salah satu contoh lainnya yang mempelopori program diet adalah William Banting, seorang perawat terkemuka dari Inggris. Pada tahun 1863, William Banting menulis sebuah buku yang berjudul " Letter On Corpulence, Adressed To The Public " yang berisi tentang Planning atau kiat - kiat yang dapat dilakukan saat kita menjalani diet. Buku ini ditulis dalam format seperti surat yang beralamatkan kepada publik.

Dalam suratnya, Wiliam Banting menceritakan tentang pengalamannya dalam menjalani puasa, diet, dan olahraga yang tidak pernah berhasil di masa lalunya. Banting juga menuliskan tentang gambaran perubahan pola makan yang akhirnya berhasil menurunkan bobot tubuhnya dengan mengikuti saran dari salah satu dokter. Metode diet yang dijalani oleh William Banting adalah, makan 4 porsi sehari yang terdiri dari daging - dagingan, sayuran hijau, buah - buahan, dan dry wine atau anggur kering. Diet ini berfokus dalam mengurangi gula, sakarin, gandum, bir, susu, dan mentega serta olahan lainnya. Diet William Banting menjadi semakin populer dikemudian hari. Diet ini juga yang menjadi program diet kebanyakan orang di dunia.

Perkembangan Diet

Perkembangan metode diet dari tahun ke tahun memang sangat beragam. Di tahun 3100 sebelum masehi, masyarakat Mesir Kuno menggunakan cuka apel untuk menjaga berat badannya. Masyarakat Mesir Kuno meminun cuka apel untuk mengurangi nafsu makan mereka. Di tahun 1600 - an, rumput laut digunakan oleh para wanita untuk menjaga berat badannya. Bukan untuk dikonsumsi, melainkan untuk diolah menjadi sabun yang dipercaya dapat menurunkan berat badan dengan cara mengikis lemak secara perlahan.

Di awal tahun 1900-an, diet sudah sangat populer di seluruh kalangan masyarakat. Keinginginan memiliki tubuh yang sempurna menjadi impian hampir seluruh wanita pada masa itu. Diet pun menjadi salah salah satu jalan keluar agar dapat memenuhi impian tersebut. Di era inilah diet mulai memasuki masa - masa penyalah gunaan. Orang - orang percaya bahwa dengan memakan telur cacing pita, mereka bisa menurunkan berat badannya. Saat telur tersebut menetas, cacing - cacing yang hidup di dalam tubuh akan memakan daging kita sendiri. Pastinya metode ini sangat salah dan dilarang keras. Beruntungnya di tahun 1920 - an, orang - orang sudah mulai mengerti bagaimana cara diet yang sebenarnya. Mereka lebih memilih memperbanyak konsumsi buah dibandingkan harus menelan telur cacing pita.

Di tahun 1940, mulai banyak jenis - jenis diet baru yang beredar. Seperti detoksifikasi atau diet yang dapat mengeluarkan racun dalam tubuh dalam waktu 10 hari. Selama 10 hari tersebut, orang yang berdiet hanya diperbolehkan mengkonsumsi makanan cair seperti jus lemon, sirup mapple, dan cabai. Di tahun 1972 kembali mucul metode diet yang bernama diet atkins. Metode diet ini memfokuskan pada pengurangan konsumsi karbohidrat dan memperbanyak konsumsi protein. Namun, kebanyakan sumber protein yang ada sekarang malah banyak mengandung lemak jahat juga. Sehingga metode diet ini kurang diminati di era modern seperti sekarang.

Memasuki era 80'an, diet semakin digemari masyarakat. Banyak orang berlomba - lomba mengeluarkan trobosan baru untuk menurunkan berat badannya. Salah satunya adalah Dr. Herman Tarnower yang mencetuskan metode diet baru bernama " New York Sub Urbs " atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Diet Atkins. Diet ini sangat ketat karena hanya memperbolehkan orang mengkonsumsi wortel dan seledri. Lalu, masih di era 80'an juga muncul metode diet bernama Cabagge Soup Diet. Diet ini memfokuskan pelakunya untuk memperbanyak konsumsi sub kubis yang dapat dicampur dengan buah, sayuran atau daging. Namun metode diet ini kurang diminati karena terlalu banyam mengkonsumsi kubis dapat menyebabkan perut tidak nyaman karena kembung.

Memasuki tahun 2000 - an dimana perkembangan teknologi dan komunikasi semakin pesat, informasi - informasi mengenai dieg pun semakin mudah untuk didapatkan. Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, merupakan salah satu tokoh yang mempopulerkan diet melalui bantuan teknologi komunikasi. Ia mengatakan bahwa dirinya sedang dalam proses menjalani diet bernama The South Beach Diet. Diet ini bekerja dengan cara memodifikasi karbohidrat. Di tahun 2010, Lady Gaga dan Resse Witherspoon juga pernah mempopulerkan salah satu metode diet bernama Baby Food Diet. Mereka mengaku bahwa mereka mendapatkan tubuh seksi seperti sekarang ini dengan hanya mengkonsumsi makanan lunak seperti wortel rebus sehari -harinya.

Artis lainnya yang pernah mempopulerkan sebuah program diet adalah Kate Middleton. Kate menjalani sebuah diet yang diciptakan oleh Dr. Pierre Dukan bernama The Dukan Diet. Metode diet ini sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 2010. Namun, Dr. Pierre Dukan terus menyempurnakan program dietnya hingga lebih dari 20 tahun. The Dukan Diet semakin populer saat Kate Middleton mengaku menjalani diet tersebut menjelang pernikahannya. Hasilnya pun sangat terlihat di badan Kate Middleton. Tubuhnya kembali menjadi seksi seperti sediakala.

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Berikanlah Komentar Anda Tentang Artikel Di atas
Berkomentar dengan sopan dan jangan lupa LIke FansPagenya
Jangan spam (komentar dengan link aktif), bila ada link aktif saya akan hapus komentar anda