Sajak Kerinduan, Diskusi Tentang Hujan

 DISKUSI TENTANG HUJAN  

Kau tahu hal yang paling aku sukai di dunia ini sebelum mengenalmu ? ia adalah hujan, sebab hujan memiliki makna filosofis yang universal dan multi tafsir bagi penikmatnya. Semua para budak sajak terus bergelut dalam merangkai kata demi kata sehingga menjadi satu kalimat utuh dengan tujuan  membuat pembacanya kagum, takjub, bahkan bahagia. Karena itulah aku menyukainya (hujan) melebihi senja, mentari, bintang,  bulan, bahkan mantan hahahaha.
Akan tetapi, setelah mengenalmu semua itu berubah drastis, seakan-akan insan ini hidup di dunia baru, mindsetku berubah sangat cepat, secepat kekuatan cahaya, terkait kecintaanku pada sang hujan. Awalnya saya percaya bahwa hujan adalah ciptaan tuhan yang sangatlah indah dan tak tertandingi di galaksi ini, mungkin saja karena hujan memiliki goresan - goresan masa lalu, ataukah hujan selalu hadir walupun dia tahu sakitnya terjatuh berkali - kali. Akan tetapi, Setelah kudapati dan  kuperhatikan sosokmu dengan serius bahkan sosokmu kubawa ke dalam alam mimpiku, saya melihat ciptaan tuhan yang “hakiki”  jauh melampaui si hujan tadi. 
Dialah yang akan muncul setelah janji alam yang berbunyi “masa buruk telah berlalu dan masa depan yang cerah akan hadir baik-baik saja”, masa buruk yang dimaksud adalah hujan dan masa depan yang cerah adalah “dia”. Sosok inilah yang menilai hujan itu buruk karena dia menjustis dirinyalah yang paling indah dan patut untuk dikagumi dan diagung - agungkan, diapun muncul setelah langit telah usai  mengabarkan kerinduannya pada sang bumi melalui tetesan air mata (hujan) menurut sachiko murata. Kita kenal dia dengan sebutan sang “pelangi”.
Ah pelangi nama yang begitu unik buat kalangan manusia dewasa karena nama itu masih terngiang di kepala sejak taman kanak-kanak dulu yang dianggap sebagai hal yang lucu dan kembali mengingat akan hal yg berkaitan dengan pelangi.
Dia membuatku candu, serius dia membuatku candu. Bahkan karena kecanduan itu aku ingin melakukan hal - hal yg tidak rasional karena melampaui kapasitas seorang manusia, Aku menginginkan sayap-sayap baru,  yang akan menuntunku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan sambil melintasi dimensi waktu dan tempat, berbagi cerita cinta sembari bermain di lengkungan pelangi denganmu. Ah impian nan indah yang utopis, bagaimana caranya aku akan kesana bersama si dia jika tujuanku dari awalpun tak sama. Seandainya tujuanku sama, hal itu bakalan terjadi. Karena kekuatan cinta itulah akan membuat sesuatu menjadi tidak mustahil lagi.
Kecanduan akan sososoknya (pelangi) itulah yang membuatku senantiasa menunggu di kala hujan mengguyur tanpa ampun, “yah saya setia menunggunya reda dengan ditemani secangkir kopi panas dan sebatang nikotin beracun di tangan kiriku”, saya ditanyai oleh hujan dikala deras-derasnya dengan nada yang membentak  “hei !! dirimu sampai kapan  sanggup menungguku akan reda ?” saya membalasnya dengan santai “yah sampai diriku bisa melihat dan menikmati keindahan pelangiku”. Hujan pun tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanku karena dia menganggap diriku tak bisa menikmati keindahan pelangi di kala matahari menenggelamkan dirinya, biarin saja hujan menertawaiku (gumamku dalam hati) 
“Kenapa kau melupakanku secepat itu” ? sahut si hujan, saya pun membalasnya bahwa “ada hal yang aku sukai pada diri “pelangi” dan saya tidak menemukannya pada dirimu wahai sang hujan, yaitu pelangi mampu menghimpun berbagai perbedaan untuk menjadikan satu identitas yang baru dalam bingkai kebersamaan”. Perbedaan itulah saya maknai dalam hidup sebagai satu kekayaan, dan hanya dimiliki pelangi, itulah alasan saya merindukannya dan menginginkannya. Diriku sabar menunggunya, mungkin dia masih cocok dengan pilihannya, tetapi ini hanya persoalan waktu karena diriku lambat mengenal sang pelangi.
Hujan pun menutup percakapan pada hari itu dengan teriakan keras disertai ancaman tepat di hadapanku bahwa “hidupmu pun di dunia ini akan lebih beringas, karena hari - harimu akan kupenuhi dengan mendung dan hujan yang berlarut hingga malam hari sehingga kau tidak akan berjumpa dengannya di kala kau setia menunggu-nya (pelangi), sang hujan sangat menginginkan diriku membenci pelangi dengan cara tak mempertemukanku dengannya. Bahkan lebih ganas karena dia (hujan) senantiasa bersama petir, Guntur, dan amukan badai untuk menghilangkan pelangi dari ingatanku”.
Apakah dirimu akan setia menunggunya ? tanya hujan, sayapun berkata “justru disanalah letak keindahannya, hidup di dunia ini penuh dengan warna di cakrawala, aneka warna itu itu yang membuat gairah hidup terus membara walaupun kau basahi diriku sang hujan dengan rintihan yang keras serta teriakan guntur yang menakutkan”. Kupertegas sekali lagi padamu “kalau sosok ini akan tetap setia untuknya”. Kali ini saya banyak belajar apa yang dimaksud dengan konsistensi dan komitmen dalam membangun satu pondasi kepercayaan. walaupun menunggu itu adalah hal yg berat, tetapi untuk menikmati keindahan pelangi kenapa tidak untuk menunggunya.
 Akan kunikmati hidup seperti menatap-nya (pelangi), Akan kuambil hikmah darinya karena pelangiku takkan  berakhir sebentar lagi, layaknya pelangi yang lain. Pelangiku inilah ciptaan tuhan yg abadi. tuduhan hujan, itu semua salah !!! karena pelangiku diciptakan secara kekal olehnya (Tuhan) dengan tujuan agar diriku bisa menikmati keindahannya di kala bersamanya. Lantas bagaimana jika pelangiku itu dinikmati keindahannya oleh pihak lain ? apakah aku akan marah, bersedih, dan kecewa ?. kalau kecewa yah jelaslah kecawa, tetapi untuk marah saya tidak punya hak untuk itu, karena pelangiku punya hak dimana dia akan berlabuh. 
Jikalau mas Seno Gumira Ajidarma dalam tulisannya menyukai senja dan bahkan mencurinya (sepotong senja) itu untuk diberikan kepada kekasihnya “alina”. Kenapa saya tidak mencuri sepotong pelangi untukmu saja ?. Alasanku jelaslah sama dengan kekasih alina, Karena sudah tidak yakin dengan memberikan kata-kata ataupun barang mewah yang lain, makanya dia mencuri sepotong senja untuk kekasihnya. Apakah saya salah kucuri sepotong pelangi untukmu ?  yah tujuannya sama, memberikan hal yang indah dan tak dimiliki orang lain buat pujaan hatiku.

JADILAH PELANGI YANG TIDAK LAYAK UNTUK DITERIMA SEMBARANGAN ORANG. ATAU SETIDAKNYA JADILAH BERBEDA DENGAN YANG LAIN. KAU PILIH PENGERTIAN, KASIH DAN SAYANG DIBANDINGKAN TEBAR PESONA, MISALNYA . MESKIPUN BUMI TIDAK MENYEDIAKAN KEABADIAN, PERCAYALAH PELANGIKU IALAH KEKELAN YANG MENYENANGKAN
“TRY TO BE A RAINBOW IN SOMEONE’S CLOUD”
COBALAH UNTUK MENJADI PELANGI DI AWAN SESEORANG (MAYA ANGELOU)



SAMATA, 25 NOVEMBER 2017 01:40

                                                                                                                  By yang tidak ingin di sebut namanya


Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Berikanlah Komentar Anda Tentang Artikel Di atas
Berkomentar dengan sopan dan jangan lupa LIke FansPagenya
Jangan spam (komentar dengan link aktif), bila ada link aktif saya akan hapus komentar anda